๐Ÿธ Khutbah Idul Adha Yang Menyedihkan

Kondisiumat Islam benar-benar laksana buih yang diombang-ambing oleh gelombang. Sungguh amat menyedihkan! Allรขhu Akbar 3X wa lil-Lรขh al-hamd, Setiap hari raya Idul Adha, kita selalu diingatkan kisah tentang ketundukan, ketaatan, dan pengorbanan Nabi Ibrahim as dan putranya dalam menjalankan perintah Allah Swt. AllahuAkbar 3x Walillahilhamdu. Kaum Muslimin Rahimakumullah. Teladan Ketiga dari Nabi Ibrahim dan Ismail as yang harus kita bangun pada generasi kita adalah menunjukkan kematangan pribadi. Hidayah sempurna dari Allah swt yang dimilikinya membuatnya memperoleh kematangan daya berpikir, kecerdasan dan kejernihan hati. 1Khutbah Idul Fitri: Menjaga Hati & Tiga Pesan Ramadhan. 1.1 Khutbah Pertama: 1.2 Kaum Muslimin Yang Berbahagia. 1.3 Hadirin Sidang Shalat Idul Fitri Yang Dimuliakan Allah. 1.4 Jama`ah Idul Fithri yang berbahagia. 1.4.1 Ma'syiral muslimin rahimakumullah 1.5 Khutbah kedua; 1.6 Share this: 1.7 Related posts: Realitayang menyedihkan, ketika pendapatan bertambah maka biaya untuk gaya hidup juga bertambah. Khutbah jumat ini diolah dari Majalah Nabawi edisi 114. Andi Rahman, Lc. MA. Dekan Fakultas Ushuluddin Institut Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran (PTIQ) Jakarta. Khutbah Idul Adha: Menggali Hikmah dari Keluarga Nabi Ibrahim dan Hajar; Budaya. KhutbahPertama dari Khutbah Idul Adha 1. Menguatkan dan Memperbanyak Doa 2. Senantiasa Tawakkal dan Mengoptimalkan Ikhtiar 3. Mendidik Anak dengan Tarbiyah Islamiyah 4. Taat Tanpa Tapi 5. Semangat Pengorbanan Khutbah Kedua dari Khutbah Idul Adha Khutbah Pertama dari Khutbah Idul Adha ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ุงูŽู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู. ContohTeks Khutbah Idul Fitri Sedih 2022 Singkat Yang Membuat Jamaah Menangis 1443 H - Hari Raya Idul fitri merupakan waktu istimewa yang patut di syukuri oleh kita semua, pada saat itu umat muslim merasa gembira karena mereka sudah lulus menunaikan sebuah kewajiban agung yang hanya datang satu kali setahun yaitu berpuasa bulan ramadhan. Harus di ingat juga idul fitri ini bukan saat bersenang Momentumpersatuan dan tarbiyah umat. Kemenangan hanyalah pada melakukan kebajikan. Taqabbalallaahu Masyarakattidak perlu khawatir jika kesulitan terutama mendapatkan materi khutbah. Dikutip dari islam.nu.or.id, berikut teks khutbah Idul Adha singkat yang bisa dilaksanakan usai berjamaah bersama keluarga. Khutbah sendiri ditulis oleh Muhammad Ishom, Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta. IdulAdha 1435 H merupakan Idul Adha menyedihkan, karena penyelenggaraan sholat Id terpecah dua hari, tanggal 4 dan 5 Oktober 2014. JAMAAH tekun mendengarkan khutbah Idul Fitri 1435 H dari Ustad Azmi Daud, salah satu pesan paling kuat saat itu adalah bersihkan hati dari iri dengki, ambisi, dan prasangka buruk untuk menghidupkan hati yang Artinya " (1) Sungguh Kami telah memberimu (Muhammad) nikmat yang banyak. (2) Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri pada Allah). (3) Sungguh orang-orang yang membencimu, dialah yang terputus (dari rahmat Allah)." (Al-Kautsar: 1-3) Ma'asyiral muslimin rahimakullah WebsiteEksklusif Doa - Berikut Yaitu Khutbah Sholat Idul Adha yang Bisa dijadikan bahan referensi khutbah sholat hari raya haji. Semoga kita semua termasuk orang-orang yang berkurban di jalan Allah SWT, dan juga menjalankan ibadah puasa sunnah idul adha. Amin. Hari raya idul adha merupakan hari raya Islam. Dimana di hari ni diperingati peristiwa kurban, Yaitu saat Nabi Ibrahim (Abraham), yang Daerahyang mengalami tingkat penyebaran Covid-19 tergolong tinggi (zona merah dan zona oranye) agar melaksanakan shalat di rumah masing-masing. Berikut contoh khutbah Idul Fitri sedih tentang orang tua dikutip dari Penyuluh Agama Islam Tulung Agung: ุงู„ู„ู‡ ูุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู - ุงู„ู„ู‡ ูุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู - ุงู„ู„ู‡ ูุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู POfUKi. Khutbah Pertama ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑู ู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ุงู„ู„ู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ูˆู„ู„ู‡ู ุงู„ุญู…ุฏู ุงูŽู„ู’ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ูู„ู‘ูŽู‡ู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠ ุฃูŽุชูŽู…ู‘ูŽ ู„ูŽู†ูŽุง ุดูŽู‡ู’ุฑูŽ ุงู„ุตู‘ููŠูŽุงู…ูุŒ ูˆูŽุฃูŽุนูŽุงู†ูŽู†ูŽุง ูููŠู’ู‡ู ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ู‚ููŠูŽุงู…ูุŒ ูˆูŽุฎูŽุชูŽู…ูŽู‡ู ู„ูŽู†ูŽุง ุจููŠูŽูˆู’ู…ู ู‡ููˆูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽุฌูŽู„ู‘ู ุงู„ู’ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ูุŒ ูˆูŽู†ูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ุฅูู„ูŽู‡ูŽ ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุญู’ุฏูŽู‡ู ู„ุงูŽ ุดูŽุฑููŠู’ูƒูŽ ู„ูŽู‡ูุŒ ุงู„ูˆุงุญูุฏู ุงู„ุฃูŽุญูŽุฏูุŒ ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ููŽุถู’ู„ู ูˆูŽุงู„ู’ุฅูู†ู’ุนูŽุงู…ูุŒ ูˆูŽู†ูŽุดู’ู‡ูŽุฏู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุณูŽูŠู‘ูุฏูŽู†ูŽุง ูˆูŽู†ูŽุจููŠู‘ูŽู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ู‘ูŽุฏู‹ุง ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุฅู„ูŽู‰ ุฌูŽู…ููŠู’ุนู ุงู„ู’ุฃูŽู†ูŽุงู…ูุŒ ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ ูˆูŽุจูŽุงุฑูŽูƒูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ุขู„ูู‡ู ูˆูŽุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูู‡ู ุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ุชู‘ูŽูˆู’ู‚ููŠู’ุฑู ูˆูŽุงู„ู’ุงูุญู’ุชูุฑูŽุงู…ูุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ุชูŽุจูุนูŽู‡ูู…ู’ ุจูุฅูุญู’ุณูŽุงู†ู ุฅูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ู. ุฃูŽู…ู‘ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏู ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุฃููˆู’ุตููŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุฅููŠูŽู‘ุงูŠูŽ ุจูุชูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ููŽุงุฒูŽ ุงู„ู’ู…ูุชูŽู‘ู‚ููˆู’ู†ูŽ. ู‚ูŽุงู„ูŽ ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ุงูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ู†ูŽ ุกูŽุงู…ูŽู†ููˆุง ุงุชูŽู‘ู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ุญูŽู‚ูŽู‘ ุชูู‚ูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู„ุงูŽ ุชูŽู…ููˆู’ุชูู†ูŽู‘ ุฅูู„ุงูŽู‘ ูˆูŽุฃูŽู†ุชูู…ู’ ู…ูู‘ุณู’ู„ูู…ููˆู’ู†ูŽ. ูŠูŽุง ุฃูŽูŠูู‘ู‡ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠู’ู†ูŽ ุกูŽุงู…ูŽู†ููˆุง ุงุชูŽู‘ู‚ููˆุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ูˆูŽู‚ููˆู’ู„ููˆู’ุง ู‚ูŽูˆู’ู„ุงู‹ ุณูŽุฏููŠู’ุฏู‹ุง. ูŠูุตู’ู„ูุญู’ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฃูŽุนู’ู…ูŽุงู„ูŽูƒูู…ู’ุŒ ูˆูŽูŠูŽุบู’ููุฑู’ ู„ูŽูƒูู…ู’ ุฐูู†ููˆู’ุจูŽูƒูู…ู’ุŒ ูˆูŽู…ูŽู†ู’ ูŠูุทูุนู ุงู„ู„ู‡ูŽ ูˆูŽุฑูŽุณููˆู’ู„ูŽู‡ู ููŽู‚ูŽุฏู’ ููŽุงุฒูŽ ููŽูˆู’ุฒู‹ุง ุนูŽุธููŠู…ู‹ุง ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽูƒู’ุจูŽุฑูุŒ ูˆู„ู„ู‡ู ุงู„ุญู…ุฏู Ma'asyiral muslimin rahimakullah Hari ini, tanggal 10 Dzhulhijjah adalah hari yang istimewa untuk umat Islam seluruh dunia. Seluruh umat Islam merayakannya dengan penuh khidmat dan suka gembira. Saudara-saudara kita yang memenuhi panggilan Allah sedang menjalani rangkaian puncak ibadah haji di Makkah, Arafah, Muzdalifah dan Mina. Sedangkan yang tidak melaksanakan haji, disibukkan dengan ritual Idul Adha. Shalat Idul Adha, dilanjutkan ibadah kurban sampai berakhirnya hari Tasyrik. Untuk saudara-saudara kita yang sedang sedang menjadi tamu Allah, kita doakan mudah-mudah mereka diberikan kesehatan dan kemudahan dalam melaksanakan ibadah haji dengan penuh kekhidmatan dan kesempurnaan. Semoga menjadi haji yang mabrur yang tidak hanya mengantarkan mereka menjadi pribadi yang shaleh tetapi juga muslih. Baik secara individu sekaligus dapat menebarkan kebaikan kepada masyarakatnya. Untuk kita di sini, semoga momentum Idul Adha menjadi sarana perbaikan ketakwaan kita kepada Allah Ta'ala. Menjadi sarana bagi seorang muslim untuk semakin meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah individual atau sosial, karena inilah tujuan dari Idul Adha yang kita jalani setiap tahun. Ma'asyiral muslimin rahimakullah Syekh Ali Ahmad Al-Jurjawi dalam kitabnya Hikmatut Tasyriโ€™ wa Falsafatuh menjelaskan, kurban pertama kali dilaksanakan pada masa Nabi Adam 'alaihissalam, oleh putra-putranya yaitu Qabil dan Habil. Kekayaan yang dimiliki Qabil mewakili kelompok petani, sedangkan Habil mewakili kelompok peternak. Dikisahkan Al-Quran ูˆูŽุงุชู’ู„ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู…ู’ ู†ูŽุจูŽุฃูŽ ุงุจู’ู†ูŽูŠู’ ุขุฏูŽู…ูŽ ุจูุงู„ู’ุญูŽู‚ู‘ู ุฅูุฐู’ ู‚ูŽุฑู‘ูŽุจูŽุง ู‚ูุฑู’ุจูŽุงู†ู‹ุง ููŽุชูู‚ูุจู‘ูู„ูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูŽุญูŽุฏูู‡ูู…ูŽุง ูˆูŽู„ูŽู…ู’ ูŠูุชูŽู‚ูŽุจู‘ูŽู„ู’ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุขุฎูŽุฑู ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽุฃูŽู‚ู’ุชูู„ูŽู†ู‘ูŽูƒูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽู…ูŽุง ูŠูŽุชูŽู‚ูŽุจู‘ูŽู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุชู‘ูŽู‚ููŠู†ูŽ Artinya, "Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam Qabil dan Habil menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang mereka berdua Habil dan tidak diterima yang lain Qabil." Al-Maidah 27. Para ahli tafsir menyatakan, peristiwa kurban yang dilakukan dua bersaudara dari putra Adam 'alaihissalam merupakan solusi dari polemik 'perang dingin', yang terjadi antara keduanya dalam mempersunting wanita cantik rupawan bernama Iklimah sebagai pasangan hidup. Kisah kurban berikutnya adalah dilakukan oleh Nabi Ibrahim 'alaihissalam ketika diperintahkan Allah Ta'ala untuk menyembelih Nabi Ismail 'alaihissalam, putra tercinta yang telah lama diimpikan kelahirannya. Perintah ini hanya merupakan ujian dari Allah kepada Nabi Ibrahim 'alaihissalam atas keimanannya. Karena pada akhirnya yang yang disembelih adalah kambing. Peristiwa spektakuler itu dinyatakan dalam Al-Qurโ€™an ู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ุจูู†ูŽูŠู‘ูŽ ุฅูู†ู‘ููŠ ุฃูŽุฑูŽู‰ ูููŠ ุงู„ู’ู…ูŽู†ูŽุงู…ู ุฃูŽู†ู‘ููŠ ุฃูŽุฐู’ุจูŽุญููƒูŽ ููŽุงู†ุธูุฑู’ ู…ูŽุงุฐูŽุง ุชูŽุฑูŽู‰ ู‚ูŽุงู„ูŽ ูŠูŽุง ุฃูŽุจูŽุชู ุงูู’ุนูŽู„ู’ ู…ูŽุง ุชูุคู’ู…ูŽุฑู ุณูŽุชูŽุฌูุฏูู†ููŠ ุฅูู† ุดูŽุงุก ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุตู‘ูŽุงุจูุฑููŠู†ูŽ Artinya, "Ibrahim berkata 'Hai anakkku sesungguhnya Aku melihat dalam mimpi bahwa Aku menyembelihmu, maka fikirkanlah apa pendapatmu?' Ismail menjawab 'Wahai Bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insyaallah Engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar'.โ€ QS As-Shaffat 102 Selain dua peristiwa ini, ritual kurban terus berlanjut di setiap budaya dan peradaban. Terus berlangsung dilakukan oleh umat manusia walaupun dalam bentuk dan praktik yang berberda-beda. Puncaknya adalah mengorbankan jiwa manusia sebagai persembahan kepada yang dianggap Tuhan yang memiliki kekuatan. Dahulu masa pra Islam, di Mesir jika air sungai Nil surut, maka penduduk Mesir menggelar upacara mengambil anak gadis untuk dijadikan tumbal agar airnya melimpah. Tradisi seperti ini juga dikenal oleh masyarakat nusantara seperti kita dengar dalam cerita-cerita rakyat nusantara. Ketika Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam diutus, ada penegasan ajaran kurban yang dilegalkan adalah seperti yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim 'alaihissalam. Yakni dengan menyembelih kambing, sapi, atau onta. Sebagaimana firman Allah ุฅูู†ู‘ูŽุง ุฃูŽุนู’ุทูŽูŠู’ู†ูŽุงูƒูŽ ุงู„ู’ูƒูŽูˆู’ุซูŽุฑูŽ 1 ููŽุตูŽู„ู‘ู ู„ูุฑูŽุจู‘ููƒูŽ ูˆูŽุงู†ู’ุญูŽุฑู’ 2 ุฅูู†ู‘ูŽ ุดูŽุงู†ูุฆูŽูƒูŽ ู‡ููˆูŽ ุงู„ู’ุฃูŽุจู’ุชูŽุฑู 3 Artinya, "1 Sungguh Kami telah memberimu Muhammad nikmat yang banyak. 2 Maka laksanakanlah shalat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah sebagai ibadah dan mendekatkan diri pada Allah. 3 Sungguh orang-orang yang membencimu, dialah yang terputus dari rahmat Allah." Al-Kautsar 1-3 Ma'asyiral muslimin rahimakullah Kenapa peristiwa Nabi Ibrahim 'alaihissalam yang dijadikan model kurban dalam ajaran Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam? Tentu karena di dalamnya ada hikmah keteladanan yang sangat agung. Kepada Nabi Ibrahim 'alaihissalam umat Islam dapat belajar bagaimana melakukan ibadah kurban yang baik dan benar. Pelajaran tersebut dapat kita perolah dalam beberapa hal berikut Pelajaran pertama, dalam beragama ada suatu keadaan di mana kita harus meninggalkan akal fikiran kita. Mengesampingkan rasionalitas, kemudian beralih pada ketundukan serta kepasrahan total kepada Ilahi Rabbi. Dalam kajian hukum Islam dikenal hukum yang bersifat ta'aqquli dan ta'abbudi. Ta'aqquli artinya masuk akal. Yakni ketika suatu syariat dibebankan dan manusia bisa menalar karena sesuai dengan kemampuan berfikir manusia. Allah memerintahkan sedekah, zakat, menolong sesama, berbakti kepada orang tua. Allah melarang mencuri, korupsi, konsumsi narkoba, membunuh, pergaulan bebas dan semacamnya. Semua ini adalah sesuai dengan naluri dan akal sehat manusia. Di sisi lain, ta'abbudi adalah hukum yang dogmatis. Tidak bisa dinalar, di luar kemampuan akal manusia. Aturan tentang shalat, puasa, dan haji adalah bagian dari urusan yang bersifat ta'abbudi. Kita tidak bisa mempertanyakan apalagi menggugat kenapa shalat Dhuhur, Ashar dan Isyaโ€™ empat rakaat, sedangkan Magrib tiga rakaat dan Subuh dua rakaat. Rasionalitas dikesampingkan karena yang ada hanyalah kepasrahan dan kepatuhan total sebagai seorang hamba yang rindu untuk mendapat cinta dan sayang dari Tuhannya. Ketika menerima perintah Allah untuk menyembelih putranya, Nabi Ibrahim 'alaihissalam meyakini bahwa perintah itu adalah dogma yang harus harus dilaksanakan secara paripurna. Maka atas dasar keimanannya, tanpa pikir panjang Nabi Ibrahim 'alaihissalam siap melaksanakan perintah tersebut. Rasionalitas dimatikan, yang ada hanyalah ketundukan akan perintah Allah. Ini menunjukkan tingginya kualitas keimanan dan ketaqwaan Nabi Ibrahim 'alaihissalam, sehingga sangat pantas beliau mendapat gelar Khalilullah kekasih Allah. Belajar dari Nabi Ibrahim 'alaihissalam, maka sudah sepantasnya setiap orang yang berkurban melaksanakannya seperti Nabi Ibrahim 'alaihissalam ketika berkurban. Segera berkurban ketika mampu melaksanakannya. Berkurban atas dasar tunduk dan patuh menjalankan perintah Allah, seraya berharap mendapatkan cinta, kasih dan ridha Allah. Bukan ingin pujian, karena gengsi, atau untuk meningkatkan status sosial. Ma'asyiral muslimin rahimakumullah Pelajaran kedua, dari Nabi Ibrahim 'alaihissalam bisa kita dapatkan dari pengalihan kurban manusia menjadi kambing. Perintah Allah kepada Nabi Ibrahim 'alaihissalam untuk menyembelih putranya hanya sekedar ujian keimanan, bukan perintah sesungguhnya. Hal ini sekaligus menjadi kritik sosial dari tradisi tumbal di berbagai budaya dan perabadan. Sejarah kurban Nabi Ibrahim 'alaihissalam mengajarkan kepada kita bahwa kurban dalam Islam adalah ajaran humanis. Untuk menyembah Allah tidak boleh membahayakan diri sendiri, apalagi orang lain. Dalam hadit riwayat Ibn Abbas radhiyallahu 'anhu, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam bersabda ู„ุงูŽ ุถูŽุฑูŽุฑูŽ ูˆูŽู„ุงูŽ ุถูุฑูŽุงุฑูŽ Artinya "Tidak boleh membahayakan mengorbankan orang untuk kepentingan pribadi, dan tidak boleh mencegah orang lain mendapat kebaikan." Dalam Islam setiap bahaya harus dihilangkan. Bahkan untuk mendatangkan suatu kebaikan atau menghilangkan suatu bahaya, tidak boleh dengan menimbulkan bahaya lain. Ini adalah salah satu prinsip utama dalam ajaran. Kaidah fiqih menyebutkan ุงูŽู„ุถู‘ูŽุฑูŽุฑู ูŠูุฒูŽุงู„ู Artinya, "Setiap mudarat harus dihilangkan." ุงูŽู„ุถู‘ูŽุฑูŽุฑู ู„ุงูŽ ูŠูุฒูŽุงู„ู ุจูุงู„ุถู‘ูŽุฑูŽุฑู Artinya, "Suatu mudarat tidak bisa dihilangkan dengan mudarat yang lain." Dari sini maka seharusnya ajaran qurban menginspirasi setiap muslim untuk tidak hanya shaleh secara ritual, tetapi juga shaleh secara sosial. Menjaga keseimbangan hubungan kepada Allah dan kepada manusia, bahkan pada alam sekitar. Jargon Islam agama ramah bukan marah, bisa terimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun dalam qurban ada darah hewan yang dialirkan, namun bukan tujuan atau penilaian utama, karena yang dinilai Allah adalah ketakwaan dari orang-orang yang melaksanakannya. ู„ูŽู†ู’ ูŠูŽู†ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ู„ูุญููˆู…ูู‡ูŽุง ูˆูŽู„ูŽุง ุฏูู…ูŽุงุคูู‡ูŽุง ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ู’ ูŠูŽู†ูŽุงู„ูู‡ู ุงู„ุชู‘ูŽู‚ู’ูˆูŽู‰ ู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ูƒูŽุฐูŽู„ููƒูŽ ุณูŽุฎู‘ูŽุฑูŽู‡ูŽุง ู„ูŽูƒูู…ู’ ู„ูุชููƒูŽุจู‘ูุฑููˆุง ุงู„ู„ู‡ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽุง ู‡ูŽุฏูŽุงูƒูู…ู’ ูˆูŽุจูŽุดู‘ูุฑู ุงู„ู’ู…ูุญู’ุณูู†ููŠู†ูŽ ุงู„ุญุฌุŒ 37 Artinya, "Daging-daging onta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai keridhaan Allah, tetapi ketakwaan dari kalianlah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kalian supaya kalian mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik." Al-Hajj 37 Ma'asyiral muslimin rahimakumullah Inilah dua pelajaran yang dapat kita petik dari kurban yang dilakukan Nabi Ibrahim 'alaihissalam. Semoga menjadi media yang dapat meningkatkan iman dan takwa kita kepada Allah Ta'ala, serta menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk terus berjihad mewujudkan Islam rahmatan lil alamin. Amin ya rabbal 'alamin. ุจูŽุงุฑูŽูƒูŽ ุงู„ู„ู‡ ู„ููŠ ูˆูŽู„ูŽูƒูู…ู’ ููู‰ ุงู’ู„ู‚ูุฑู’ุขู†ู ุงู’ู„ุนูŽุธููŠู’ู…ูุŒ ูˆูŽู†ูŽููŽุนูŽู†ููŠ ูˆูŽุฅููŠู‘ูŽุงูƒูู…ู’ ุจูู…ูŽุงูููŠู’ู‡ู ู…ูู†ู’ ุขูŠูŽุฉู ูˆูŽุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู’ุญูŽูƒููŠู’ู…ู ูˆูŽุชูŽู‚ูŽุจู‘ูŽู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู…ูู†ู‘ูŽุง ูˆูŽู…ูู†ู’ูƒูู…ู’ ุชูู„ุงูŽูˆูŽุชูŽู‡ู ูˆูŽุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู‡ููˆูŽ ุงู„ุณู‘ูŽู…ููŠู’ุนู ุงู„ุนูŽู„ููŠู’ู…ูุŒ ูˆูŽุฃูŽู‚ููˆู’ู„ู ู‚ูŽูˆู’ู„ููŠ ู‡ูŽุฐูŽุง ููŽุฃุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู ุงู„ู„ู‡ูŽ ุงู„ุนูŽุธููŠู’ู…ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽู‡ู ู‡ููˆูŽ ุงู„ุบูŽูููˆู’ุฑู ุงู„ุฑู‘ูŽุญููŠู’ู… Khutbah Kedua ุงู„ู„ู‡ู ุงูŽูƒู’ุจูŽุฑู’ ูฃร— ุงู„ู„ู‡ู ุงูŽูƒู’ุจูŽุฑู’ ูค ร—. ุงู„ู„ู‡ู ุงูŽูƒู’ุจูŽุฑู’ ูƒุจูŠุฑุง ูˆูŽุงู’ู„ุญูŽู…ู’ุฏู ู„ู„ู‡ู ูƒูŽุซููŠู’ุฑู‹ุง ูˆูŽุณูุจู’ุญูŽุงู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ ุจููƒู’ุฑูŽุฉู‹ ูˆูŽ ุฃูŽุตู’ูŠู’ู„ุงู‹ ู„ุงูŽ ุงูู„ูŽู‡ูŽ ุงูู„ุงู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽุงู„ู„ู‡ู ุงูŽูƒู’ุจูŽุฑู’ ุงู„ู„ู‡ู ุงูŽูƒู’ุจูŽุฑู’ ูˆูŽู„ู„ู‡ู ุงู’ู„ุญูŽู…ู’ุฏู ุงู„ุญู…ุฏ ู„ู„ู‡ ุญู…ุฏุง ูƒุซูŠุฑุง ูƒู…ุง ุงู…ุฑ. ูˆุงุดู‡ุฏุงู† ู„ุงุงู„ู‡ ุงู„ุงู‘ ุงู„ู„ู‡ ูˆุญุฏู‡ ู„ุงุดุฑูŠูƒ ู„ู‡ ุงู‚ุฑุงุฑุงู‹ ุจุฑุจูˆุจูŠู‘ุชู‡ ูˆุงุฑุบุงู…ุง ู„ู…ู† ุฌุญุฏ ุจู‡ ูˆูƒูุฑ. ูˆุงุดู‡ุฏ ุงู†ู‘ ุณูŠู‘ุฏู†ุง ู…ุญู…ู‘ุฏุง ุนุจุฏู‡ ูˆุฑุณูˆู„ู‡ ุณูŠู‘ุฏ ุงู„ุจุดุฑ. ุงู„ู„ู‘ู‡ู…ู‘ ูุตู„ู‘ ูˆุณู„ู… ุนู„ู‰ ุณูŠู‘ุฏู†ุง ู…ุญู…ู‘ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุงู„ู‡ ูˆุงุตุญุงุจู‡ ุงู„ู…ุตุงุจูŠุญ ุงู„ุบุฑุฑ. ู…ุง ุงุชู‘ุตู„ุช ุนูŠู† ุจู†ุธุฑ ูˆุงุฐู† ุจุฎุจุฑ. ู…ู† ูŠูˆู…ู†ุง ู‡ุฐุง ุงู„ู‰ ูŠูˆู… ุงู„ู…ุญุดุฑ. ุงู…ู‘ุง ุจุนุฏ ููŠุง ุงูŠู‘ู‡ุง ุงู„ู†ู‘ุงุณ ุงุชู‘ู‚ูˆุง ุงู„ู„ู‡ ููŠู…ุง ุงู…ุฑ. ูˆุงู†ุชู‡ูˆุง ุนู…ู‘ุง ู†ู‡ู‰ ุนู†ู‡ ูˆุญุฐู‘ุฑ. ูˆุงุนู„ู…ูˆุง ุงู†ู‘ ุงู„ู„ู‡ ุชุจุงุฑูƒ ูˆุชุนุงู„ู‰ ุงู…ุฑูƒู… ุจุฃู…ุฑ ุจุฏุฃ ููŠู‡ ุจู†ูุณู‡ ูˆุซู†ู‘ู‰ ุจู…ู„ุง ุฆูƒุชู‡ ุงู„ู…ุณุจู‘ุญุฉ ุจู‚ุฏุณู‡. ูู‚ุงู„ ุชุนุงู„ู‰ ูˆู„ู… ูŠุฒู„ ู‚ุงุฆู„ุฃ ุนู„ูŠู…ุง. ุงู†ู‘ ุงู„ู„ู‡ ูˆู…ู„ุงุฆูƒุชู‡ ูŠุตู„ู‘ูˆู† ุนู„ู‰ ุงู„ู†ุจู‰. ูŠุง ุงูŠู‘ู‡ุง ุงู„ุฐูŠู† ุงู…ู†ูˆุง ุตู„ู‘ูˆุง ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู‘ู…ูˆุง ุชุณู„ูŠู…ุง. ุงู„ู„ู‘ู‡ู…ู‘ ุตู„ู‘ ูˆุณู„ู‘ู… ุนู„ู‰ ุณูŠู‘ุฏู†ุงู† ู…ุญู…ู‘ุฏ ุฌุฏู‘ ุงู„ุญุณู† ูˆ ุงู„ุญุณูŠู† ูˆุนู„ู‰ ุงู„ู‡ ูˆุงุตุญุงุจู‡ ุฎูŠุฑ ุงู‡ู„ ุงู„ุฏู‘ุงุฑูŠู† ุฎุตูˆุตุง ุนู„ู‰ ุงูˆู‘ู„ ุงู„ุฑู‘ููŠู‚. ุณูŠู‘ุฏู†ุง ุงุจู‰ ุจูƒุฑู† ุงู„ุตู‘ุฏูŠู‚. ูˆุนู„ู‰ ุงู„ุตู‘ุงุฏู‚ ุงู„ู…ุตุฏูˆู‚. ุณูŠู‘ุฏู†ุง ุงุจู‰ ุญูุต ุนู…ุฑ ุงู„ูุงุฑูˆู‚. ูˆุนู„ู‰ ุฒูˆุฌ ุงู„ุจู†ุชูŠู† ุณูŠู‘ุฏู†ุง ุนุซู…ุงู† ุฐู‰ ุงู„ู†ู‘ูˆุฑูŠู†. ูˆุนู„ู‰ ุงุจู† ุนู…ู‘ู‡ ุงู„ุบุงู„ุจ ุณูŠู‘ุฏู†ุง ุนู„ู‰ู‘ ุงุจู† ุงุจู‰ ุทุงู„ุจ. ูˆุนู„ู‰ ุงู„ุณุชู‘ุฉ ุงู„ุจุงู‚ูŠู† ุฑุถู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ู… ุงุฌู…ุนูŠู†. ูˆุนู„ู‰ ุงู„ุดู‘ุฑูŠููŠู† ุณูŠู‘ุฏู‰ ุดุจุงุจ ุงู‡ู„ ุงู„ุฏู‘ุงุฑูŠู†. ุงุจู‰ ู…ุญู…ู‘ุฏ ุงู„ุญุณู† ูˆุงุจู‰ ุนุจุฏ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุญุณูŠู†. ูˆุนู„ู‰ ุนู…ู‘ูŠู‡ ุงู„ูุงุถู„ูŠู† ุนู„ู‰ ุงู„ู†ู‘ุงุณ. ุณูŠู‘ุฏู†ุง ุญู…ุฒุฉ ูˆุณูŠู‘ุฏู†ุง ุงู„ุนุจู‘ุงุณ. ูˆุนู„ู‰ ุจู‚ูŠู‘ุฉ ุงู„ุตู‘ุญุงุจุฉ ุงุฌู…ุนูŠู†. ูˆุนู„ู‰ ุงู„ุชู‘ุงุจุนูŠู† ูˆุชุงุจุน ุงู„ุชู‘ุงุจุนูŠู† ู„ู‡ู… ุจุงุญุณุงู† ุงู„ู‰ ูŠูˆู… ุงู„ุฏูŠู†. ูˆุนู„ูŠู†ุง ู…ุนู‡ู… ุจุฑุญู…ุชูƒ ูŠุงุงุฑุญู… ุงู„ุฑู‘ุญูŠู…ู† ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุบู’ููุฑู’ ู„ูู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ูŽุงุชู ุงูŽู„ุงูŽุญู’ูŠุขุกู ู…ูู†ู’ู‡ูู…ู’ ูˆูŽุงู’ู„ุงูŽู…ู’ูˆูŽุงุชู. ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุงูŽุนูุฒู‘ูŽ ุงู’ู„ุงูุณู’ู„ุงูŽู…ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุฃูŽุฐูู„ู‘ูŽ ุงู„ุดู‘ูุฑู’ูƒูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุดู’ุฑููƒููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽุงู†ู’ุตูุฑู’ ุนูุจูŽุงุฏูŽูƒูŽ ุงู’ู„ู…ููˆูŽุญู‘ูุฏููŠู’ู† ูˆูŽุงู†ู’ุตูุฑู’ ู…ูŽู†ู’ ู†ูŽุตูŽุฑูŽ ุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ูŽ .ูˆูŽุงุฎู’ุฐูู„ู’ ู…ูŽู†ู’ ุฎูŽุฐูŽู„ูŽ ุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ูˆูŽ ุฏูŽู…ู‘ูุฑู’ ุงูŽุนู’ุฏูŽุงุกูŽุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ู ูˆูŽุงุนู’ู„ู ูƒูŽู„ูู…ูŽุงุชููƒูŽ ุงูู„ูŽู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ู ุงู„ุฏู‘ููŠู’ู†ู . ุงู„ู„ู‡ูู…ู‘ูŽ ุงุฏู’ููŽุนู’ ุนูŽู†ู‘ูŽุง ุงู’ู„ุจูŽู„ุงูŽุกูŽ ูˆูŽุงู’ู„ูˆูŽุจูŽุงุกูŽ ูˆูŽุงู„ุฒู‘ูŽู„ุงูŽุฒูู„ูŽ ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุญูŽู†ูŽ ูˆูŽุณููˆู’ุกูŽ ุงู’ู„ููุชู’ู†ูŽุฉู ูˆูŽุงู’ู„ู…ูุญูŽู†ูŽ ู…ูŽุง ุธูŽู‡ูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ุจูŽุทูŽู†ูŽ ุนูŽู†ู’ ุจูŽู„ูŽุฏูู†ูŽุง ุงูู†ู’ุฏููˆู†ููŠู’ุณููŠู‘ูŽุง ุฎุขุตู‘ูŽุฉู‹ ูˆูŽุณูŽุงุฆูุฑู ุงู’ู„ุจูู„ู’ุฏูŽุงู†ู ุงู’ู„ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ ุนุขู…ู‘ูŽุฉู‹ ูŠูŽุง ุฑูŽุจู‘ูŽ ุงู’ู„ุนูŽุงู„ูŽู…ููŠู’ู†ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽุตู’ู„ูุญู’ ู„ูŽู†ุง ุฏููŠู’ู†ูŽู†ูŽุง ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ู‡ููˆูŽ ุนูุตู’ู…ูŽุฉู ุฃูŽู…ู’ุฑูู†ุง ูˆูŽุฃูŽุตู’ู„ูุญู’ ู„ู†ุง ุฏูู†ู’ูŠูŽุงู†ุง ุงู„ูŽู‘ุชููŠ ูููŠู‡ูŽุง ู…ูŽุนูŽุงุดูู†ูŽุง ูˆูŽุฃูŽุตู’ู„ูุญู’ ู„ู†ุง ุขุฎูุฑูŽุชู†ุง ุงู„ูŽู‘ุชููŠ ูููŠู‡ูŽุง ู…ูŽุนูŽุงุฏูู†ุง ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู ุงู„ู’ุญูŽูŠูŽุงุฉูŽ ุฒููŠูŽุงุฏูŽุฉู‹ ู„ู†ุง ูููŠ ูƒูู„ูู‘ ุฎูŽูŠู’ุฑู ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู ุงู„ู’ู…ูŽูˆู’ุชูŽ ุฑูŽุงุญูŽุฉู‹ ู„ู†ุง ู…ูู†ู’ ูƒูู„ูู‘ ุดูŽุฑูู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฃูŽู„ูู‘ูู’ ุจูŽูŠู’ู†ูŽ ู‚ูู„ููˆุจูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุฃูŽุตู’ู„ูุญู’ ุฐูŽุงุชูŽ ุจูŽูŠู’ู†ูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุงู‡ู’ุฏูู†ูŽุง ุณูุจูู„ูŽ ุงู„ุณูŽู‘ู„ูŽุงู…ูุŒ ูˆูŽู†ูŽุฌูู‘ู†ูŽุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ุธูู‘ู„ูู…ูŽุงุชู ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู†ูู‘ูˆุฑูุŒ ูˆูŽุฌูŽู†ูู‘ุจู’ู†ูŽุง ุงู„ู’ููŽูˆูŽุงุญูุดูŽ ู…ูŽุง ุธูŽู‡ูŽุฑูŽ ู…ูู†ู’ู‡ูŽุง ูˆูŽู…ูŽุง ุจูŽุทูŽู†ูŽุŒ ูˆูŽุจูŽุงุฑููƒู’ ู„ูŽู†ูŽุง ูููŠ ุฃูŽุณู’ู…ูŽุงุนูู†ูŽุง ูˆูŽุฃูŽุจู’ุตูŽุงุฑูู†ูŽุง ูˆูŽู‚ูู„ููˆุจูู†ูŽุง ูˆูŽุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌูู†ูŽุง ูˆูŽุฐูุฑูู‘ูŠูŽู‘ุงุชูู†ูŽุงุŒ ูˆูŽุชูุจู’ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู†ูŽุงุŒ ุฅูู†ูŽู‘ูƒูŽ ุฃูŽู†ู’ุชูŽ ุงู„ุชูŽู‘ูˆูŽู‘ุงุจู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู…ู ุงู„ู„ู‘ู‡ู…ูŽู‘ ุญูŽุจูู‘ุจู’ ุฅู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุงู„ุฅูŠู…ูŽุงู†ูŽ ูˆูŽุฒูŽูŠูู‘ู†ู’ู‡ู ูููŠ ู‚ูู„ููˆู’ุจูู†ูŽุง ูˆูŽูƒูŽุฑูู‘ู‡ู’ ุฅู„ูŽูŠู’ู†ูŽุง ุงู„ู’ูƒููู’ุฑูŽ ูˆูŽุงู„ู’ููุณููˆู’ู‚ูŽ ูˆูŽุงู„ู’ุนูุตู’ูŠูŽุงู†ูŽ ูˆูŽุงุฌู’ุนูŽู„ู’ู†ูŽุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุงุดูุฏููŠู’ู†ูŽ ุงู„ู„ู‡ู…ูŽู‘ ุงุฑู’ุฒูู‚ู’ู†ูŽุง ุงู„ุตูŽู‘ุจู’ุฑูŽ ุนูŽู„ู‰ ุงู„ุญูŽู‚ูู‘ ูˆูŽุงู„ุซูŽู‘ุจูŽุงุชูŽ ุนู„ู‰ ุงู„ุฃูŽู…ู’ุฑู ูˆุงู„ุนูŽุงู‚ูุจูŽุฉูŽ ุงู„ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉูŽ ูˆุงู„ุนูŽุงูููŠูŽุฉูŽ ู…ูู†ู’ ูƒูู„ูู‘ ุจูŽู„ููŠูŽู‘ุฉู ูˆุงู„ุณูŽู‘ู„ุงูŽู…ูŽุฉูŽ ู…ูู†ู’ ูƒู„ูู‘ ุฅูุซู’ู…ู ูˆุงู„ุบูŽู†ููŠู’ู…ูŽุฉูŽ ู…ูู†ู’ ูƒู„ ุจูุฑูู‘ ูˆุงู„ููŽูˆู’ุฒูŽ ุจูุงู„ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู ูˆุงู„ู†ูŽู‘ุฌูŽุงุฉูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู ูŠูŽุง ุฃูŽุฑู’ุญูŽู…ูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุงุญูู…ููŠู’ู†ูŽ ุฑูŽุจูŽู‘ู†ุง ุขุชูู†ูŽุง ูููŠ ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽูููŠ ุงู„ุงุฎูุฑูŽุฉู ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู‹ ูˆูŽู‚ูู†ูŽุง ุนูŽุฐูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑ ุนูุจูŽุงุฏูŽุงู„ู„ู‡ู ! ุงูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‡ูŽ ูŠูŽุฃู’ู…ูุฑูู†ูŽุง ุจูุงู’ู„ุนูŽุฏู’ู„ู ูˆูŽุงู’ู„ุงูุญู’ุณูŽุงู†ู ูˆูŽุฅููŠู’ุชุขุกู ุฐูู‰ ุงู’ู„ู‚ูุฑู’ุจู‰ูŽ ูˆูŽูŠูŽู†ู’ู‡ูŽู‰ ุนูŽู†ู ุงู’ู„ููŽุญู’ุดุขุกู ูˆูŽุงู’ู„ู…ูู†ู’ูƒูŽุฑู ูˆูŽุงู’ู„ุจูŽุบู’ูŠ ูŠูŽุนูุธููƒูู…ู’ ู„ูŽุนูŽู„ู‘ูŽูƒูู…ู’ ุชูŽุฐูŽูƒู‘ูŽุฑููˆู’ู†ูŽ ูˆูŽุงุฐู’ูƒูุฑููˆุงุงู„ู„ู‡ูŽ ุงู’ู„ุนูŽุธููŠู’ู…ูŽ ูŠูŽุฐู’ูƒูุฑู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽุงุดู’ูƒูุฑููˆู’ู‡ู ุนูŽู„ู‰ูŽ ู†ูุนูŽู…ูู‡ู ูŠูŽุฒูุฏู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽุฐููƒู’ุฑู ุงู„ู„ู‡ู ุงูŽูƒู’ุจูŽุฑู’ Ustadz Suparman, Alumni Ma'had Aly Situbondo, Dosen Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember. Ditunjuk untuk khutbah idul adha? Pastikan kamu sudah membaca artikel rekomendasi tema khutbah Idul Adha di Kitabisa ya. Jangan takut, ini sebuah kehormatan bisa memberikan khutbah di mimbar utama masjid pada saat Idul Adha. Dimana khutbah akan berlangsung setelah shalat dan menjadi bagian dalam shalat ied. Penting sekali untuk mendengarkan khutbah idul adha, ini akan menyempurnakan shalat sunnah idul adha dua rakaat yang sudah dilakukan sebelumnya. Bahkan khutbah banyak dinantikan karena selalu memiliki tema dan informasi menarik tentang Idul Adha dan Qurban. 5 Tema Khutbah Idul Adha Paling Populer dan Banyak Digunakan Maka dari itu persiapan sejak dini. Khutbah idul adha dilakukan setelah shalat ied, dimana nantinya akan didengarkan oleh semua jamaah yang melaksanakan shalat idul adha. Berikut ini beberapa tema khutbah yang paling populer dan sudah banyak digunakan sebelumnya. Qurban Amalan Paling Disukai Allah SWT Qurban memang jadi ibadah yang banyak disukai oleh Allah SWT, bahkan lebih utama jika dibandingkan sedekah asalkan dilakukan pada 10-13 dzulhijjah dengan ketentuan yang sudah ditetapkan. Tema khutbah idul adha ringan namun banyak dinantikan, pasalnya tidak semua orang tahu tentang qurban. Terangkan siapa saja yang wajib berqurban hingga yang berhak menerima qurban. Bahkan banyak juga yang tidak tahu, jika daging qurban boleh dimakan oleh orang yang berqurban. Maka dari itu, orang yang berqurban boleh mengambil sebagian daging qurban sebelum dibagikan. Selain itu jelaskan, pentingnya berkurban, manfaatnya hingga apa janji Allah SWT pada mereka yang berkurban dengan ikhlas dan hanya mengharapkan ridho dari Nya. Bahkan hewan qurban inilah yang akan menyelamatkan kamu di hari kiamat kelak. Meneladani Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS Sejarah qurban bermula dari perintah Allah SWT pada Nabi Ibrahim AS untuk menyembelih putranya sendiri, Nabi Ismail AS. Padahal Ismail didapatkan dengan penantian panjang dan sangat sulit, tapi dengan kebesaran dan kesabaran ayah dan anak ini menerima dan menjalankan perintah Allah. Saat pisau akan sampai pada leher Nabi Ismail AS, Allah mengganti dengan domba dan menjadikan hari tersebut sebagai Hari Raya Qurban. Selain menjalankan perintah Allah SWT, kamu juga meneladani kesabaran dan ketakwaan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Bahkan tema ini akan sangat mudah dicerna semua pendengar khutbah, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Namun tidak mengurangi pesannya untuk meneladani kisah Nabi Ibrahim saat melaksanakan qurban. Makna dan Keutamaan Berbagi Dalam Qurban Kenapa amalan qurban sangat dicintai Allah SWT? Ini bukan hanya wujud ketakwaan terhadap Nya, tapi juga menanamkan rasa berbagi pada mereka yang membutuhkan. Itulah sebabnya, qurban bukan hanya menyenangkan kamu namun juga orang di sekitarmu. Makna pelaksanaan qurban adalah melaksanakan perintah Allah dan mengharapkan ridho Nya, dimana hal ini bisa menyenangkan orang lain. Maka dari itu, bagian qurban pada mereka yang berhak dan membutuhkan. Qurban Berkaitan Dengan Haji Pelaksanaan qurban dan ibadah haji itu bersamaan, bahkan saat Idul Adha ini jadi hari kemenangan bagi jamaah haji. Pasalnya baru saja menyelesaikan rukun haji yang paling berat yaitu wukuf di padang mahsyar. Dimana semua jamaah haji harus berada disana, saat masih bernyawa dalam kondisi apapun. Inilah keteladanan yang harus ditanamkan, Idul Adha memberikan kesenangan bagi seluruh muslim di dunia. Bagi mereka yang tidak berangkat haji, materi khutbah idul adha akan haji bisa menjadi motivasi untuk segera menyempurnakan rukun islam yang ke-5 tersebut. Pentingnya Menjaga Silaturahmi Hal yang tidak boleh dilupakan saat khutbah idul adha, pastikan untuk menyerukan pentingnya menjaga dan menjalin tali silaturahmi. Idul Adha memang identik dengan qurban namun jangan lupa untuk bersilaturahmi, memang tidak seperti Idul Fitri yang mewajibkan untuk bermaafkan. Idul Adha bahkan untuk masyarakat madura menjadi ajang untuk silaturahmi dan pulang kampung, hal ini tidak terjadi pada Idul Fitri. Tradisi ini dinamakan toron, hal yang patut diteladani. Ini waktunya mengingat dan mempererat tali silaturahmi. Jangan ragu untuk bertandang pada sanak keluarga untuk mendekatkan yang jauh dan semakin mempererat yang dekat. Semua materi khutbah idul adha memberikan gambaran tentang hari raya qurban. Sempurnakan ibadah di hari yang mulia ini dengan berqurban. Baca juga artikel Kitabisa tentang topik khutbah Idul Adha yang menggetarkan jiwa supaya referensi kamu lebih banyak. Yuk, tunaikan qurban dengan mudah di Kitabisa, tanpa perlu proses panjang, tinggal pilih hewan qurban yang diinginkan dan semua akan diproses sesuai syariah.

khutbah idul adha yang menyedihkan